Bisnis yang dilakukan seseorang pertama kali adakalanya hanya bersifat coba-coba dan modalnya pun kecil bahkan kadang-kadang modalnya nol atau tidak pake modal sama sekali. Seseorang bisa berbisnis tanpa modal misalnya dengan menjualkan barang yang ia ambil dari agen yang member fasilitas bayar setelah barang laku terjual, atau bisnis menjadi makelar atau perantara seperti perantara jual beli rumah, mobil dan lain sebagainya.
Bisnis yang dilakukan pertama kali biasanya dilakukan dengan waktu penuh atau full time, dari mulai menyiapkan bahan baku, memproduksi barang dilakukan sendiri, selanjutnya memasarkan barang juga oleh sendiri termasuk mengatur pemasukan dan pengeluaran keuangan dilakukan sendiri. Semua pekerjaan dari awal sampai akhir dikerjakan sendiri sehingga dalam pengerjaannya sampai menghasilkan keuntungan cukup memakan waktu.
Bisnis kecil-kecilan yang dilakukan dengan tekun dan semangat yang tinggi tidak pernah lesu akan mengalami perkembangan sedikit demi sedikit. Perkembangan bisnis yang ditandai dengan sudah mulai meningkatnya permintaan barang atau jasa akan membutuhkan produksi yang lebih besar untuk menutupi permintaan konsumen. Produksi yang lebih besar dengan waktu pengerjaan yang sama otomatis tidak bisa dikerjakan sendiri tapi harus merekrut tenaga kerja tambahan untuk membantu pengerjaan yang lebih besar dengan waktu yang lebih cepat.
Bisnis yang terus berkembang akan membutuhkan tempat yang lebih luas untuk menampung bahan baku, alat-alat produksi, serta barang-barang hasil produksi yang siap dipasarkan. Dengan perkembangan bisnis yang mulai beranjak besar maka rekrutmen karyawan mulai dilakukan untuk bagian produksi, bagian pemasaran serta bagian keuangan. Perusahaan kecil dengan jumlah karyawan masih sedikit kadang belum membutuhkan bagian sumber daya manusia, pekerjaan memantau SDM dilakukan oleh pemilik bisnis sendiri yang kadang-kadang terjun langsung ikut bekerja.
Ketika perusahaan makin berkembang dan membesar dan jumlah karyawan makin banyak maka pemilik bisnis mulai menerapkan manajemen untuk membagi dan mendelegasikan tugas agar pekerjaan lebih efektif dan efisien. Sebagian tugas telah didelegasikan kepada karyawan sehingga pemilik bisnis lebih banyak melakukan kontrol atau pengawasan saja, sehingga ia bisa bekerja paruh waktu (part time).
Ketika usaha sudah mulai membesar dan bagian-bagian dalam perusahaan sudah tersusun dengan lengkap, maka pemilik bisnis tinggal membuat sistem bisnis yang dapat berjalan ketika ia tidak di tempat. Jadi para karyawan sudah dapat diandalkan dan mereka sudah faham dengan tugasnya masing-masing, sehingga sudah bisa dilepas. Pemilik bisnis tinggal menerima laporan dari manajer atau para kepala bagian.
Ketika system bisnis sudah berjalan dan pemilik bisnis lebih banyak waktu luang, maka waktu luang tersebut bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis atau membangun bisnis yang baru. Pembangunan bisnis baru memiliki beberapa manfaat seperti memperluas jaringan kerja (network), menciptakan lapangan kerja dan menambah penghasilan. Setelah sukses dengan pembangunan suatu bisnis, pemilik usaha bisa membuat strategi untuk membuka berbagai macam bisnis secara bertahap inilah strategi pengembangan bisnis dengan membuat berbagai sumber penghasilan.
Strategi Bisnis Membuat Berbagai Sumber Penghasilan
4/
5
Oleh
Unknown
