Tuesday, April 12, 2016

Cara Mudah Memulai Bisnis Online untuk Pemula

Cara Mudah Memulai Bisnis Online untuk Pemula

Berbisnis online bukan faktor yang asing di kalangan masyarakat.Karena sudah banyak sekali bermunculan para pebisnis yang mulai ke dunia online tersebut. Dengan berbisnis online ini proses transaksi lebih mudah untuk dilakukan, karena tidak harus menyediakan tempat yang khusus untuk bisnis ini karena  bisa menjalankannya dimanapun dan kapanpun hanya dengan koneksi internet.

Cara Mudah Memulai Bisnis Online untuk pemula
Dalam mempertimbangkan untuk membuka sebuah bisnis faktor modal merupakan hal pertama yang dipertimbangkan  oleh setiap orang. Namun jika anda memilih untuk memulai bisnis online maka masalah modal bisa lebih diminalisir karena sobat tidak perlu menyewa atau menyediakan tempat khusus. Bahkan anda bisa menjalankannya dengan atau tanpa modal tergantung bagaimana kecerdikan anda.

Berikut beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk memulai bisnis online agar bisa lebih mudah dalam mengembangkannya.
• Lakukan riset untuk melihat produk apa yang sedang banyak dibutuhkan oleh masyarakat, baik itu produk atau jasa sebaiknya yang bisa menghasilkan perputaran keuangan dengan cepat dan tepat
• Sesuaikan jenis bisnis anda dengan sesuatu yang lebih dikuasai agar hasilnya tidak mengecewakan customer
• Manfaatkan sosial media yang ada untuk melakukan promosi, akan lebih baik jika anda juga mempelajari mengenai pembuatan web untuk lebih meyakinkan
• Berikan informasi mengenai produk atau jasa yang anda tawarkan sebaik mungkin untuk menarik calon customer

Hal yang terpenting adalah jangan mudah menyerah karena memang akan banyak persaingan yang terjadi. Namun jika anda bisa mempertahankan bahkan meningkatkan mutu maka customer akan tetap datang untuk mendapatkan produk atau jasa tersebut. Berikanlah pelayanan profesional yang akan selalu dibutuhkan oleh para customer.

Perlu diketahui jika anda ingin membuat sebuah website, maka jangan membuat desain yang terlalu kompleks karena akan membingungnkan bagi pengunjungnya. Desain website yang lebih simpel lebih menarik dan mudah untuk dimengerti oleh para konsumen. Bahkan samapi detail kecil seperti itu, anda juga harus memperhatiakannya untuk meminimalisasi berbagai resiko yang mungkin terjadi.

Anda harus bisa mengantisipasi setiap kemungkinan yang ada sebelum terjadi. Namun yang paling utama adalah menyiapkan mental, karena anda akan menemui berbagai macam karakter orang. Jika anda tidak memiliki mental kuat maka bisa saja mulai menyerah di tengah jalan. Sehingga untuk menghindari hal tersebut mempersiapkan mental dan beberapa rencana sangat perlu untuk dilakukan.

Dalam memulai bisnis online jangan hanya terpaku pada satu metode promosi karena anda bisa memanfaatkan berbagai cara yang lain. Termasuk melakukan promosi melalui teman atau orang-orang terdekat. Meskipun merupakan cara tradisional namun masih cukup efektif untuk dapat mendukung proses promosi anda menjadi lebih luas dan berkembang.

sumber : hikmahkebersamaan.blogspot.com

Tuesday, December 29, 2015

Manfaat Kecerdasan Emosional Entrepreneur

Manfaat Kecerdasan Emosional Entrepreneur

Kesuksesan bisnis sangat berhubungan erat dengan kecerdasan emosional seseorang. Seorang entrepreneur adalah mereka yang memiliki kecerdasan intelektual standar namun memiliki kecerdasan emosional yang optimal, karena kesuksesan bisnis sangat erat dengan penggunaan  intuisi-intuisi dan ekspektasi mengenai tren yang terjadi dan perubahan yang akan berlangsung yang secara umum terkait erat dengan emosi atau selera konsumen. Dalam bisnis diperlukan inisiatif –inisiatif untuk melakukan inovasi dan perubahan serta diperlukan komitmen-komitmen untuk memuaskan kebutuhan konsumen yang sangat berhubungan dengan kecerdasan emosional.

Manfaat penggunaan kecerdasan emosional dalam bisnis diantaranya sebagai berikut:

1. Kecerdasan emosional bisa menghubungan antara teori yang mengedepankan kecerdasan intelektual dan praktek, sehingga kemampuan bisnis seseorang berupa keterampilan dalam prakteknya menjadi lebih optimal. Seseorang yang hanya mengandalkan kecerdasan intelektual akan berfikir secara analitis dan kurang fleksibel tanpa dibarengi kecerdasan emosional yang bisa memunculkan daya imajinasi yang kreatif dalam bisnis.

2. Kecerdasan emosional bisa mentransformasikan situasi krisis menjadi peluang usaha yang umumnya menurut intelektual sulit karena alasan-alasan yang bersifat teoritis menurut analisa berbagai konsep atau teori. Apabila seseorang mengandalkan intelektual dan belum sampai pada tahap pemecahan masalah yang rumit maka ia akan mengatakan bahwa masalah tersebut sulit diselesaikan, dan ini akan berpengaruh terhadap keputusan bisnis yang diambil. Berbeda dengan entrepreneur yang menggunakan kecerdasan emosional ia dapat mengatasi berbagai masalah atau konflik yang timbul dengan intuisi-intuisinya atau dorongan daya kreatif-nya serta berkaca dari pengalaman-pengalaman bisnis sebelumnya.

3. Kecerdasan emosional merupakan sumber motivasi diri untuk tetap bersemangat. Pada saat situasi bisnis sedang melemah atau berada di bawah, dan menurut perhitungan logika atau intelektual hal ini merupakan masa krisis atau masa sulit dan diperkirakan akan mengalami kerugian bisnis, kecerdasan emosional akan tampil dengan motivasi untuk tetap semangat dan tetap bertahan karena lambat laun posisi akan berubah. Dengan demikian seorang entrepreneur akan tetap tabah disaat orang-orang berputus asa, lalu dengan tenang akan mencari solusi-solusi kreatif untuk menangani masalah tersebut.

4. Kecerdasan emosional mampu mengenal karakteristik orang-orang yang terlibat dalam bisnis. Orang-orang yang terlibat dalam bisnis adakalanya bermuka dua didepan berpenampilan baik namun dibelakang ia bermaksud menghancurkan bisnis. Hal semacam ini tidak terdeteksi oleh teori intelektual, tapi dapat dirasakan dengan kecerdasan emosi berupa firasat-firasat dari gelagat yang nampak, walaupun harus dibuktikan dulu kebenarannya, namun paling tidak pengusaha akan lebih berhati-hati atau waspada.

5. Kecerdasan emosional bisa menjadikan seseorang mampu berhubungan secara luwes dan tidak kaku dengan relasinya. Hubungan dengan relasi bisnis adakalanya membutuhkan suasana rileks, santai dan tidak melulu urusan bisnis. Berbisnis dengan suasana rileks sangat dimungkinkan dengan mengedepankan kecerdasan emosional.

Monday, December 28, 2015

Mencoba Jadi Entrepreneur Sukses

Mencoba Jadi Entrepreneur Sukses

Salah satu kata kunci yang bisa membuktikan seorang entrepreneur atau bukan, dan membuktikan entrepreneur sukses dan entrepreneur yang gagal adalah “Mencoba”. Seseorang yang memiliki ide-ide bisnis yang cemerlang dengan perhitungan yang matang dan lengkap serta fasilitas yang mendukung, namun tidak pernah mencoba untuk memulai merealisasikan bisnis, maka ide-ide dengan segala kelengkapan sumber daya tersebut tidak bisa mengantarkannya menjadi entrepreneur sukses. Kesuksesan entrepreneur hanya bisa diraih dengan mencoba berusaha, dan usahanya makin berkembang dan akhirnya sukses.
Seseorang yang memiliki ide bisnis sederhana dengan peralatan yang seadanya namun apabila ia mau mencoba untuk memulai usaha walaupun kecil, ia berpeluang menjadi entrepreneur sukses, dibandingkan dengan orang yang tidak mau mencoba memulai usaha sama sekali maka ia belum mempunyai peluang untuk menjadi entrepreneur sukses.

Seperti kata orang bijak: “Untuk mencapai sukses Anda hanya perlu mencobanya”. Mencoba memulai bisnis memang memerlukan keberanian, keberanian untuk mencoba usaha, keberanian untuk sukses dan keberanian untuk gagal. Berani sukses berarti seorang entrepreneur harus siap untuk mencapai kesuksesan tersebut dengan segala daya dan upaya yang ada padanya. Berani gagal berarti seorang entrepreneur harus siap dengan resiko kegagalan dalam usaha, dan ia harus berani bangkit lagi sampai keberhasilan itu tercapai.
Seorang entrepreneur yang mencoba memulai suatu usaha dan ia gagal, misalnya barang yang ia jual tidak laku atau belum ada konsumen yang mau membeli, maka ia tidak dapat dikatakan gagal selama ia mau mencoba bangkit lagi dengan merubah metode penjualan atau merubah target pasar, sampai ada pembeli dimulai dari pembeli pertama dilanjutkan dengan pembeli lainnya, atau ia mengadakan program promosi atau member bonus-bonus khusus selama bulan promosi penjualan.
Entrepreneur dikatakan gagal kalau ia karena merasa gagal lalu ia berhenti berusaha, walaupun ia masih memiliki peluang sukses kalau mau melanjutkan lagi usahanya sambil mempelajari kelemahan-kelemahan atau kekurangan-kekurangannya selama ini. Seseorang benar-benar dikatakan gagal apabila ia memang tidak berani mencobanya sama sekali karena ia tidak akan mencapai sukses tanpa mencobanya.

Adakalanya kesuksesan diraih setelah gagal berkali-kali, seperti anak kecil yang belajar berdiri ia akan mencoba keberaniannya untuk berdiri, namun arena ototnya belum terlatih ia akan jatuh, namun ia akan mencobanya terus walaupun jatuh lagi, hal ini ia lakukan berkali-kali sampai akahirnya ia berhasil dan bisa berdiri dengan baik. Begitu juga dalam bisnis, ketika memulai bisnis mungkin relasi belum kuat, konsumen belum mengenal barang atau jasa yang dijual, atau penjual belum memasuki pasar yang benar-benar tepat untuk barang atau jasa tersebut, maka sebenarnya ia belum dikatakan gagal hanya ia butuh proses sampai bertemu pasar yang tepat atau para pembeli yang benar-benar membutuhkan barang tersebut. Ketika ia bertemu dengan pasar yang tepat maka barang atau jasa yang dijualnya akan laris dan katika terus dikembangkan maka ia semakin mendekai kesuksesan.

Sunday, December 27, 2015

Cara Untuk Merencanakan Rejeki

Cara Untuk Merencanakan Rejeki

Setiap orang yang lahir kedunia sudah membawa rejekinya masing-masing, ketika masih bayi dan kanak-kanak seseorang tidak perlu repot memikirkan rejeki, namun rejeki itu sudah tersedia bagi dirinya. Inilah bukti bahwa rejeki memang sudah ada yang mengatur-Nya. Ketika beranjak dewasa seseorang di syaratkan untuk mencari penghasilan sendiri, mencari rejekinya, dengan berbisnis atau dengan bekerja menjadi karyawan atau bekerja sebagai seorang professional dengan profesi tertentu yang ia jalankan seperti profesi guru, notaris, dokter, seniman dan lainnya.

Apabila seseorang tidak aktif mencari rejeki, ia hanya berpangku tangan saja diam tanpa bekerja atau melakukan aktifitas yang bisa mendatangkan penghasilan, ia hanya pasif menunggu datangnya rejeki, apakah rejeki akan datang sendiri kepadanya?. Banyak orang yang menilai bahwa rejeki bisa datang sendiri tanpa harus bekerja atau mencarinya karena sudah ada yang mengatur-Nya. Namun dalam kenyataannya orang yang mempunyai penilaian seperti itu tetap saja pada akhirnya akan pergi manakala rejeki itu tidak datang menghampirinya. Karena kebutuhan yang mendesak, orang-orang tersebut pada akhirnya akan keluar rumah mencari rejeki dalam berbagai bentuk atau cara yang dilakukan. Hal ini membuktikan bahwa walaupun rejeki sudah ada yang mengatur namun untuk mencari rejeki yang lebih besar seseorang perlu mencarinya, perlu mengusahakannya.

Dalam upaya mencari rejeki atau mengupayakan rejeki, seseorang dapat merencanakan rejeki yang ingin ia peroleh. Walaupun ia yakin bahwa rejeki sudah diatur, namun harus tetap aktif merencanakan rejeki. Misalnya seseorang yang mengambil motor, mobil atau perumahan secara kredit, ia harus membayar cicilan setiap bulannya, padahal dia seorang pebisnis yang pendapatannya tidak linier atau tidak tetap bisa besar untuk setiap bulannya bisa juga kecil kalau bisnisnya sedang sepia tau ada tunggakan dari rekan bisnis dan lain sebagainya.

Keberanian seseorang mengambil resiko seperti mengambil mobil secara kredit yang harus dibayar setiap bulannya dengan jumlah yang tetap setiap bulannya, padahal penghasilannya tidak tetap merupakan sebuah bentuk dari merencanakan rejekinya, dalam arti ia sedang merencanakan rejeki yang akan datang kepadanya setiap bulannya yang bisa menutupi kebutuhannya plus menutupi cicilan mobil misalnya. Kenyataannya banyak orang berhasil dalam perencanaan rejeki tersebut, sampai cicilan mobilnya terbayar lunas walaupun penghasilannya tidak tetap.

Ketika seseorang merencanakan rejekinya dan ia berani mengambil resiko, maka banyak orang telah membuktikan bahwa besarnya rejeki yang datang akan sesuai dengan besarnya resiko yang diambil, semakin besar resiko yang diambil maka rejeki yang datang pun besar, dan bila resiko yang diambilnya kecil maka rejeki yang datang pun kecil. Dalam hal ini bisa dikatakan bahwa rejeki seseorang mengikuti rencana orang tersebut, rejeki mencari tempat yang pas, ketika tempatnya besar maka rejeki yang dating pun besar demikian sebaliknya. Dan resiko yang diambil oleh orang yang menyediakan tempat yang besar untuk datangnya rejeki pun besar pula seperti upaya dalam mencari rejeki dalam bentuk aktivitas bisnis, profesi atau bekerja, harus lebih keras, lebih kompeten, dan lebih aktif dalam mencari dan menjaring konsumen agar pendapatannya besar.

Thursday, December 10, 2015

Kepemimpinan Dalam Bisnis

Kepemimpinan Dalam Bisnis

Bisnis membutuhkan kepemimpinan agar bisnis bukan sekedar pekerjaan yang dilakukan sementara atau sebagai batu loncatan saja. Membangun bisnis memerlukan komitmen dan pandangan yang jauh ke depan untuk mencapai cita-cita atau visi yang hendak dituju. Membangun bisnis walaupun berawal dari bisnis kecil memerlukan tanggung jawab terhadap pekerjaan dan memerlukan keberanian menghadapi resiko yang mungkin terjadi. Hal ini harus dipersiapkan dari awal agar ketika bisnis kian membesar pemilik bisnis telah siap untuk melanjutkan dan mengembangkan bisnis dengan menghadapi serta mengentaskan berbagai masalah yang muncul.
Bisnis yang dibangun dengan serius dan bersungguh-sungguh untuk maju memerlukan kepemimpinan bisnis. Pemilik bisnis sebagai pemimpin hendaklah mengembangkan sikap-sikap kepemimpinan dalam bisnis yang dibangunnya.  Beberapa sikap kepemimpinan dalam bisnis diantaranya sebagai berikut:
1. Pemimpin bisnis memiliki pandangan jauh ke depan. Pandangan ke depan berupa visi atau cita-cita sebaiknya ada ketika pertama kali membangun bisnis walaupun bisnisnya kecil-kecilan agar mempunyai semangat dan kekuatan positif untuk bergerak dan terus tumbuh menjadi besar menuju arah cita-cita yang diinginkan.
2. Pemimpin bisnis memiliki sikap percaya diri dan keyakinan yang kuat untuk terus bergerak mencapai kemajuan. Sikap percaya diri selalu mewarnai gerak langkahnya walaupun ia tidak ahli dalam bisnis, namun kepercayaan diri bahwa ia mampu akan memunculkan semangat untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam bisnis sehingga nantinya ia akan menjadi seorang ahli.
3. Pemimpin bisnis mempunyai karakter entrepreneur dengan motivasi untuk selalu menjadi nomor satu. Seorang entrepreneur akan tekun bekerja sesuai dengan karakter yang dimilikinya pada perusahaannya sendiri walaupun kecil namun mempunyai peluang untuk menjadi besar.
4. Pemimpin bisnis memiliki ide bisnis orisinil dan lebih mampu menciptakan peluang walaupun ide-idenya tidak populer namun ia tetap yakin bahwa ide tersebut akan berhasil. Ide bisnis orisinil dan bersifat unik dikemas secara kreatif akan menghasilkan daya tarik tersendiri atau menjadi magnet bagi konsumen yang bila dikelola dengan baik otomatis akan meningkatkan pendapatan dan memperbesar wilayah pasar yang berdampak pada pengembangan bisnis lebih lanjut.
5. Pemimpin bisnis bekerja dengan tanggung jawab dan komitmen yang kuat terhadap kemajuan bisnisnya seperti komitmen untuk menomorsatukan pelayanan bisnis terhadap konsumen. Bisnis yang dilakukan dengan komitmen akan kuat manakala diterpa masalah dan akan tetap eksis dengan mencari strategi-strategi baru dalam memecahkan masalah terutama dalam memenangkan persaingan bisnis.
6. Pemimpin bisnis berani menghadapi resiko. Keberanian mengambil resiko akan berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan bisnis, semakin besar kebernian menanggung resiko maka akan semakin besar kemungkinan sukses bagi pemilik bisnis tersebut. Sebaliknya jika tidak berani mengambil resiko atau mengambil resiko yang kecil maka kemungkinan suksesnya akan lambat karena tahapan atau waktu yang ditempuh akan lebih lama tetapi cukup aman. Hal ini terserah pemilik bisnis apakah akan memilih percepatan dalam bisnis atau berjalan sedikit-sedikit namun cukup aman.

Mengasah Keterampilan Entrepreneur

Mengasah Keterampilan Entrepreneur

Seorang entrepreneur harus betul-betul memiliki jiwa entrepreneur bukannya keterampilan entrepreneur. Jiwa entrepreneur harus benar-benar ada ketika seseorang membuka usaha baru, karena jiwa entrepreneur adalah modal dasar dalam membangun bisnis dengan menggunakan kecerdasan emosi bukan semata-mata menggunakan otak kiri yang bersifat objektif atau lebih menekankan kecerdasan intelektual serta cara berfikir analitik. Kecerdasan emosional yang dimaksud adalah jiwa dan semangat keberanian berbisnis serta keberanian untuk mengembangkan keterampilan atau skill bisnisnya ketika bisnis sudah berjalan.
Seorang entrepreneur ketika berbisnis ibarat belajar, ia akan mengembangkan bisnisnya diikuti dengan mengembangkan pelajaran bisnis, artinya setiap saat seorang entrepreneur selalu belajar dari mulai belajar mencari peluang bisnis, belajar memproduksi, belajar membuka usaha, belajar mengatasi masalah yang timbul dan lain sebagainya, ia tak pernah berhenti untuk belajar dan meningkatkan keterampilannya.
Keterampilan bisnis biasanya akan berkembang seiring permintaan pasar, pada permulaan usaha, yang diperlukan pengusaha adalah keterampilan dasar atau keterampilan standar asalkan bisa dijadikan bisnis yang dibutuhkan oleh orang-orang atau oleh masyarakat. Seseorang yang membuka bisnis restoran tidak harus memiliki keterampilan memasak yang sudah memasuki taraf ahli, atau seorang yang membuka restoran tidak harus menjadi koki masakan terlebih dahulu, seseorang yang membuka bimbingan belajar tidak harus seorang akademisi, siapa pun bisa asal punya keberanian.
Begitu juga bisnis lainnya, seperti pemilik toko komputer tidak mesti ahli merakit atau ahli service komputer, asal memiliki ketrampilan standar seseorang bisa jualan komputer, asal ia tahu jenis sparepart komputer dengan ukuran dan harganya ia sudah bisa jualan komputer, ketrampilan merakit komputer bisa ia pelajari sambil menjalankan bisnis.
Pemilik website yang sudah terkenal belum tentu ahli dalam membuat website, setiap orang yang memiliki ketrampilan mengoperasikan komputer yang terpasang dengan internet dan bisa mengoperasikan website seperti memasukkan konten website berupa artikel atau iklan produk dan lainnya sudah bisa berbisnis dengan menggunakan website asal ia punya keberanian. Ia dapat meningkatkan keterampilan lainnya terkait pengembangan website sambil jalan.
Sifat berani berwirausaha lebih menekankan kecerdasan emosional daripada kemampuan intelektual semata. Kemampuan intelektual berupa teori-teori bisnis dan manajemen sangat dibutuhkan namun tidak terlalu detil cukup mengetahui hal yang umum saja. Namun bila pengusaha memang seorang ahli dalam bidangnya tentu sangat baik dan akan sangat menunjang usaha yang dijalankan secara lebih profesional.
Keterampilan dalam usaha bisa diasah secara bertahap dengan memanfaatkan waktu yang ada, baik melalui informasi, membaca, atau belajar kepada ahli sambil diterapkan sedikit demi sedikit dalam upaya meningkatkan kualitas usaha. Bila pengusaha tidak cukup memiliki waktu untuk belajar meningkatkan keterampilannya secara khusus, pengusaha bisa mengangkat ahli pada suatu bidang sebagai karyawannya atau mengangkat seorang ahli sebagai mitra kerja atau semacam konsultan bisnis.