Thursday, November 19, 2015

Modal Entrepreuneur

modal entrepreuneur

Entrepreneurship dibangun bukan semata-mata berdasarkan objektivitas, dalam arti seseorang yang akan terjun berwirausaha menjadi seorang entrepreneur tidak semata-mata berfikir tentang modal yang besar dalam bentuk uang, tempat usaha dan barang atau jasa yang dijual, berpikir tentang proses marketing dan persaingan bisnis, berpikir tentang keuntungan dan kerugian. Semua itu diperlukan dalam proses membangun usaha, tapi kalau modal uang, tempat dan sarana lain belum ada lalu Anda tidak bias menjadi wirausahawan?.

Modal utama untuk menjadi entrepreneur sukses sebelum memikirkan modal uang adalah hal-hal yang bersifat subjektif sebagai berikut:

1. Entrepreneurship dibangun dengan modal mimpi atau visi dan cita-cita yang besar
Sebesar apa pun modal uang dan sarana yang memadai, seorang entrepreneur tanpa mimpi, visi atau cita-cita yang jelas akan kesulitan untuk melangkah apalagi untuk mengembangkan usaha. Visi merupakan gambaran yang hendak dicapai seorang entrepreneur  di masa depan. Apa yang hendak Anda capai di masa depan, apakah kebebasan finansial atau passive income, perusahaan besar atau kekayaan?, semua itu adalah visi dan cita-cita Anda. Visi itu harus tertanam kuat dalam jiwa dan jangan sampai melemah, visi tersebut merupakan kekuatan pemandu arah kemana Anda akan berjalan selanjutnya. Bagaimana mencapainya?, mencapai visi besar yang telah tertanam memerlukan sedikit operasionalisasi, eksplorasi ide-ide Anda,

2. Entrepreneurship dibangun dengan modal ide
Anda bisa mencari ide-ide bisnis, carilah informasi tentang sesuatu yang ingin Anda lakukan, Jenis usaha apa yang bisa Anda jalankan?, mengapa Anda menginginkannya?, usaha yang sesuai dengan keinginan akan dijalankan dengan sepenuh hati dan penuh semangat. Usaha yang mampu Anda lakukan dan mempunyai perbedaan atau keunikan dari orang lain akan memiliki sedikit saingan sehingga lebih mudah untuk mengembangkannya. Ide tidak perlu yang muluk-muluk, berawal dengan memunculkan ide-ide sederhana yang mudah dilakukan saat ini lebih baik dan lebih cepat bisa direalisasikan. Ide yang lebih besar bisa dicari sambil jalan untuk pengembangan usaha.

3. Entrepreneurship dibangun dengan modal keberanian
Banyak orang yang berwira usaha pada awalnya terjadi secara kebetulan tidak dipikir secara matang, ia langsung terjun mencoba suatu usaha dan ternyata sedikit demi sedikit berkembang dan akhirnya sukses. Kunci entrepreneur selanjutnya adalah keberanian memulai usaha baru. Apabila visi sudah ditetapkan dengan sepenuh hati sesuai cita-cita yang sangat Anda inginkan, kemudian ide-ide sederhana sudah dibuat, sekarang timbulkan keberanian untuk mencoba. Keberanian mencoba sama dengan berani mengambil resiko, dan akhirnya Anda berani untuk sukses dan tidak takut akan gagal. Semua itu akan memunculkan optimism usaha dan memunculkan pemikiran positif untuk maju. Mencoba terjun pada suatu usaha bisa berawal dari modal uang yang kecil dengan usaha kecil dulu, bisa menjadi makelar atau marketing menjualkan barang orang, bisa melobi teman yang mempunyai modal, bisa mengumpulkan modal uang dengan menjual barang bekas yang tak terpakai, dan lainnya. Banyak jalan untuk menjadi entrepreneur sukses asalkan visi dan cita-cita tetap melekat dalam hati Anda dan tak pernah surut.

Wednesday, November 18, 2015

Strategi Bisnis Membuat Berbagai Sumber Penghasilan

strategi bisnis

Bisnis yang dilakukan seseorang pertama kali adakalanya hanya bersifat coba-coba dan modalnya pun kecil bahkan kadang-kadang modalnya nol atau tidak pake modal sama sekali. Seseorang bisa berbisnis tanpa modal misalnya dengan menjualkan barang yang ia ambil dari agen yang member fasilitas bayar setelah barang laku terjual, atau bisnis menjadi makelar atau perantara seperti perantara jual beli rumah, mobil dan lain sebagainya.
Bisnis yang dilakukan pertama kali biasanya dilakukan dengan waktu penuh atau full time, dari mulai menyiapkan bahan baku, memproduksi barang dilakukan sendiri, selanjutnya memasarkan barang juga oleh sendiri termasuk mengatur pemasukan dan pengeluaran keuangan dilakukan sendiri. Semua pekerjaan dari awal sampai akhir dikerjakan sendiri sehingga dalam pengerjaannya sampai menghasilkan keuntungan cukup memakan waktu.

Bisnis kecil-kecilan yang dilakukan dengan tekun dan semangat yang tinggi tidak pernah lesu akan mengalami perkembangan sedikit demi sedikit. Perkembangan bisnis yang ditandai dengan sudah mulai meningkatnya permintaan barang atau jasa akan membutuhkan produksi yang lebih besar untuk menutupi permintaan konsumen. Produksi yang lebih besar dengan waktu pengerjaan yang sama otomatis tidak bisa dikerjakan sendiri tapi harus merekrut tenaga kerja tambahan untuk membantu pengerjaan yang lebih besar dengan waktu yang lebih cepat.
Bisnis yang terus berkembang akan membutuhkan tempat yang lebih luas untuk menampung bahan baku, alat-alat produksi, serta barang-barang hasil produksi yang siap dipasarkan. Dengan perkembangan bisnis yang mulai beranjak besar maka rekrutmen karyawan mulai dilakukan untuk bagian produksi, bagian pemasaran serta bagian keuangan. Perusahaan kecil dengan jumlah karyawan masih sedikit kadang belum membutuhkan bagian sumber daya manusia, pekerjaan memantau SDM dilakukan oleh pemilik bisnis sendiri yang kadang-kadang terjun langsung ikut bekerja.

Ketika perusahaan makin berkembang dan membesar dan jumlah karyawan makin banyak maka pemilik bisnis mulai menerapkan manajemen untuk membagi dan mendelegasikan tugas agar pekerjaan lebih efektif dan efisien. Sebagian tugas telah didelegasikan kepada karyawan sehingga pemilik bisnis lebih banyak melakukan kontrol atau pengawasan saja, sehingga ia bisa bekerja paruh waktu (part time).
Ketika usaha sudah mulai membesar dan bagian-bagian dalam perusahaan sudah tersusun dengan lengkap, maka pemilik bisnis tinggal membuat sistem bisnis yang dapat berjalan ketika ia tidak di tempat. Jadi para karyawan sudah dapat diandalkan dan mereka sudah faham dengan tugasnya masing-masing, sehingga sudah bisa dilepas. Pemilik bisnis tinggal menerima laporan dari manajer atau para kepala bagian.
Ketika system bisnis sudah berjalan dan pemilik bisnis lebih banyak waktu luang, maka waktu luang tersebut bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis atau membangun bisnis yang baru. Pembangunan bisnis baru memiliki beberapa manfaat seperti memperluas jaringan kerja (network), menciptakan lapangan kerja dan menambah penghasilan. Setelah sukses dengan pembangunan suatu bisnis, pemilik usaha bisa membuat strategi untuk membuka berbagai macam bisnis secara bertahap inilah strategi pengembangan bisnis dengan membuat berbagai sumber penghasilan.

Tuesday, November 17, 2015

Paradigma Abad 21 Bisnis Harus Flexible

bisnis harus flexible

Paradigma bisnis saat ini sedang mengalami perubahan dari bisnis yang dulu bisa dilakukan dengan prediksi standar dan fluktuasinya cenderung stabil, kini paradigm bisnis memasuki era millennium lebih sulit diprediksi akibat perubahan yang serba cepat dan cenderung berlangsung secara terbuka. Hal ini harus menjadi perhatian dari para pelaku bisnis sehingga mempunyai kesiapan dan bisa mengantisipasi perubahan yang datang serta melihat peluang pada berlangsungnya perubahan tersebut.

Selain itu para pelaku bisnis dalam menghadapi abad 21 harus lebih fleksibel atau lebih luwes memainkan strategi bisnis, dalam arti tidak kaku karena bisnis abd 21 atau era millennium lebih di dominasi oleh para pelaku bisnis dari berbagai belahan dunia secara terbuka, artinya semua orang bisa melakukan bisnis dengan siapa saja apalagi telah dilengkapi fasilitas bisnis digital menggunakan media internet, maka fleksibilitas bisnis harus bisa dilakukan agar bisa berbisnis dengan siapa saja dan berasal dari daerah mana saja di belahan dunia ini.

Paradigma lain yang berkembang pada bisnis di abad millennium adalah kecepatan bisnis menjadi nomor satu, kecepatan ini termasuk kecepatan akses atau kecepatan layanan kepada pelanggan. Karena persaingan bisnis menjadi lebih kompetitif sehingga pelanggan mempunyai banyak pilihan untuk berbisnis dengan perusahaan mana saja yang menurut mereka lebih kompeten dan lebih memuaskan kebutuhannya termasuk dalam hal ini lebih cepat pelayanannya, manakala bisnis yang dilakukan lambat maka bukan tidak mungkin pelanggan akan segera beralih kepada perusahaan lain dan akan meninggalkan Anda. Selain kecepatan pelayanan, paradigma bisnis ke depan mensyaratkan respon yang baik dan cepat dari penyedia layanan bisnis, pelanggan tidak mau menunggu lama karena menurut mereka masih banyak penyedia layanan yang menyediakan respon yang cepat terhadap konsumen.

Paradigma bisnis di era millennium telah digaungkan akan beralih ke media digital atau lebih cenderung menggunakan akses internet dalam melakukan bisnis. Bisnis cukup dilakukan ditempat penjual dan pembeli masing-masing walaupun beda kota, beda pulau atau beda Negara, mereka cukup bertemu dan bertransaksi di dunia maya. Para pebisnis disyaratkan untuk bisa mengikutiparadigma tersebut dan dapat melakukan promosi dan transaksi secara aktif di dunia maya.
Semua paradigma bisnis yang berkembang ke depan harus disiasati dengan melakukan bisnis secara fleksibel atau luwes. Bisnis bisa dilakukan secara fleksibel ketika dikedalikan oleh visi bisnis dan nilai-nilai yang disepakati para pelaku bisnis bukan lagi dikendalikan oleh hierarki dan peraturan,  walaupun peraturan itu jelas harus ada dan sangat dibutuhkan namun dalam hal ini peraturan tidak menjadikan bisnis kaku namun bisa mengalir dengan pengendalian visi dan tujuan.

Optimisme Entrepreuneur

optimisme entrepreuneur

Mengapa para entrepreneur sukses pada awalnya berani memulai usaha baru walaupun terkadang modal uang yang mereka punya saat itu pas-pasan bahkan tidak punya uang yang bisa dijadikan modal sama sekali?, ya mereka mempunyai keberanian akibat keterpurukan yang dialami menjadikan jiwa entrepreneur mereka muncul dan bangkit. Apakah Anda yang saat ini tidak mempunyai uang untuk dijadikan modal usaha atau hanya mempunyai sedikit uang berani memulai sebuah usaha baru?.

Mengapa para entrepreneur sukses mempunyai keberanian untuk terjun berbisnis dengan sedikit modal uang juga dengan keterampilan yang standar (bukan ahli)?, ya para entrepreneur sukses memiliki sikap optimisme untuk bisa sukses walaupun dengan keadaan yang sangat terbatas.
Sikap optimisme akan mendorong seseorang selalu berpikiran positif untuk maju, pemikiran yang positif akan mendorong setiap orang untuk bersikap positif dalam arti ia tidak menjadi lemah atau kehilangan semangat karena keterpurukan. Orang yang berpikiran positif dilanjutkan dengan sikap positif akan menganggap keterpurukan sebagai proses dalam perputaran roda kehidupan, yang terpenting adalah sikap positif apa yang harus dijalankan untuk menempuh keterpurukan dan merubahnya menjadi peluang yang menguntungkan dan bisa mencapai keberhasilan.

Dengan sikap optimisme seorang entrepreneur akan memiliki keberanian untuk bangkit dari keterpurukan, ia akan selalu berpikir positif untuk bisa maju dan sukses. Keberanian memulai usaha baru merupakan langkah yang positif untuk maju dan berjalan menuju keberhasilan dan kesuksesan.
Sikap optimisme dan yakin akan berhasil yang diikuti keberanian memulai disertai pikiran positif dan sikap-sikap positif akan menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai masalah yang harus dipecahkan dalam kehidupan terutama dalam bisnis. Paduan dari hal-hal tersebut akan menyebabkan seorang entrepreneur percaya pada kemampuan diri sendiri untuk bisa membangun dapat selalu bersemangat untuk maju dan berhasil.

Dengan memupuk optimisme dan terus mengembangkan sikap positif maka segala kelemahan, rendah diri dan sifat pesimis yang bisa meruntuhkan usaha bisa dihilangkan. Pikiran positif dan sikap positif akan melahirkan energi positif dalam bisnis. Pikiran positif akan melahirkan ide-ide bisnis yang fresh, dengan sikap positif seorang entrepreneur akan berani mengambil tindakan atau resiko karena ia yakin akan berhasil, dengan energi positif seorang entrepreneur bisa tetap semangat dan tabah dalam menjalani bisnis dengan kondisi bagaimanapun, dengan ketenangan itulah ia bisa menghadapi masalah dan bisa melihat peluang-peluang sebagai solusi untuk melepaskannya dari masalah yang terjadi, dan dapat ia jadikan peluang-peluang untuk keberhasilan dimasa selanjutnya.

Peluang Entrepreuneur

peluang entrepreuneur

Saat ini ada berbagai masalah sosial yang masih belum terpecahkan secara tuntas salah satunya adalah masih banyaknya angka pengangguran karena sulitnya mencari pekerjaan, juga masih tingginya tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) pada perusahaan atau industri yang terpuruk dan terpaksa melakukan efisiensi jumlah karyawan dengan mem-PHK sebagian karyawannya. Salah satu solusi atas masalah ini adalah mencetak pengusaha baru atau para entrepreneur.
Masih sedikitnya entrepreneur sukses di negeri kita dimana masih di dominasi oleh orang-orang yang menginginkan pencapaian karir pada perusahaan-perusahaan besar semakin membuka lebar peluang menjadi entrepreneur sukses.

Peluang menjadi entrepreneur sukses masih sangat terbuka lebar karena beberapa faktor yang mendukung siapa pun bisa menjadi entrepreneur seperti entrepreneur tidak mensyaratkan gelar akademis yang tinggi, juga tidak mengenal ras atau etnis, bahkan entrepreneur dapat dijalankan dengan modal sangat minim asal seseorang punya kemauan dan keberanian memulai usaha didukung dengan kreatifitas maka gerbang kesuksesan entrepreneur sudah ia masuki, selanjutnya ia perlu belajar dan belajar sambil menjalankan usaha mengenai sikap-sikap maupun pengembangan kemampuan teknis dalam usaha atau bisnis yang dijalankan.

Seorang entrepreneur pada awalnya hanya memerlukan perenungan atau sedikit pemikiran tentang apa yang ingin ia peroleh dalam hidupnya dimasa depan, atau apa yang menjadi impiannya di masa mendatang. Apabila seseorang sudah tahu pasti apa tujuan yang ingin ia capai maka yang ia perlukan selanjutnya adalah langkah praktis untuk mencapainya.

Dalam mencapai tujuan yang diharapkan seseorang harus mempunyai jiwa entrepreneur, yaitu semangat untuk maju walaupun dengan keadaan yang serba terbatas atau keadaan yang dalam posisi terpuruk sekalipun. Kesuksesan entrepreneur seringkali berasal dari kegagalan, dari posisi nol, dari tidak punya apa-apa, namun dengan menjiwai semangat entrepreneurship para entrepreneur berani untuk memulai usaha atau bisnis dengan modal pas-pasan atau minim bahkan dengan modal nol.

Modal minim atau modal nol ditambah pengetahuan bisnis yang tak seberapa juga keterampilan yang tidak mumpuni tidak menjadi halangan seseorang bisa menjadi entrepreneur sukses. Seorang entrepreneur yang memiliki tujuan dan berkomitmen penuh pada pencapaian tujuannya, ditambah dorongan keberanian untuk memulai usaha dari hal kecil yang bisa dilakukan sekarang, akan dipandu oleh tujuan atau visinya kearah pencapaian tujuan. Optimisme yang dibangun serta membuang jauh-jauh perasaan rendah diri walaupun tak berbakat akan menjadi motivasi dan semangat untuk terus menekuni usaha atau bisnis sampai maju dan berhasil.

Keberhasilan dan kegagalan datang silih berganti sementara seorang entrepreneur tetap dalam ketekunan dan semangatnya untuk mencapai cita-citanya. Pada akhirnya keberhasilan yang diperoleh akan sangat tergantung pada upaya merekayasa dan menyempurnakan kemampuan dirinya dalam menjalani usaha dengan senantiasa belajar dan belajar, selalu ada peluang untuk menjadi entrepreneur sukses.